September


Dan ku pun tiba di ujung September...
Apa kabar William??lama tak bercerita. Lama tak berbagi email lagi?hmmm...bisa ku tebak mungkin kau sudah lupa..tak apa. Adalah wajar karena tak ada keharusan tuk mengingat seseorang apalagi aku, siapa aku..kau pun tak tau..belum sejauh itu pertemanan ini, tapi boleh aku anggap kau masih ada??maksudku kau ada tuk sekedar mengangaguk atau mengiyakan ataupun diam, tak masalah.
William, bulan ramadhan kemaren (kau tau ramadhan kan)??semoga kau langsung searching apa itu ramadhan) entah mengapa ada yang terus menggangguku, aku tak tenang padahal aku sedang tidak memikirkan sesuatu. Aku tidak memikirkan siapapun..tapi kenapa ibadahku jadi tak tenang?
Hampir aku putus asa dengan semua ini, lelahku pun sudah mencapai titik akhir, apa lagi yang ku inginkan? hendakku, inginku..ramadhan membasuh semua lukaku, semua korengku..semua dosaku..hendakku bersimpuh, tak ada selain aku dan tuhanku. Rasanya aku tlah lari jauh, meniti jalan yang ku buat sendiri, dimana rasaku yang dulu?? (Wiliam, diam ya..walau ku tau kau mungkin sedikit pusing dengan jalan cerita ini, ku harap kata demi kata nanti bisa kau artikan, bisa kau simpulkan,..(ayolah aku yakin kau tak sekaku yang ku bayangkan..sastra itu indah kawan ..kau pahamkan??) ya allah ramadhanku..ramadhanku..haruskah ku tempuh dengan gundah??aku ingin seperti mereka, mendekam dalam ketenangan..ingin seperti mereka yang melantunkan kalimat tasbih dengan khidmat. Ya allah dimana aku di dunia ini???apakah yang membuatku berbeda dengan hambamu yang lain???..ramadhan terus berlalu...menyongsong syawal dalam waktu yang singkat. Aku tetap terbawa arus..mengalir..menyapa mentari di 1 Syawal. Kemenangan. Itu yang selama ini ku dengar, itu yang selama ini mereka artikan. Lalu apa yang menang dariku? Aku miris sendiri, anehnya aku, lucunya aku saat hari kemenangan pun tiba aku masih sibuk mencari, menemukan ada hal apa yang membuatku berhak merasakan kemenangan ini. Tentang keanehan belakangan ini. apa ibuku tau??sepertinya tidak, topeng yang tiap hari ku kenakan mungkin masih bisa menyembunyikan perihal yang sebenarnya, ku harap begitu. Masih dalam benakku, benarkah apa yang ku lakukan??
Suatu hari di bulan Syawal (kini jatuh di bulan september William, kau jangan bingung ya)...kau tak perlu heran bila tiba- tiba orang berubah menjadi sesuatu yang beda. Kurasa itu diluar kemampuan kita tuk menafsirkannya...
Seperti mengumpulkan serpihan, satu per satu aku pungut kembali, ada yang menuntunku melewati jalan baru itu..ia tunjukkan sesuatu yang baru disana. Sepertinya disana, ia disana jiwaku bersemayam, yang meninggalkan jasadku entah sejak kapan, ya allah...boleh aku diam???tuk sejenak merenung dalam. Perlahan melihat setitik rona terang dibalik dinding kokoh walau transparan, tak ada yang tau bila tak berusaha melihat. Berusaha mendekat dan berusaha mencari apa yang selama ini orang lain lakukan.
Langkah ku masih pelan..diantara rasa maluku yang teramat, terselip syukurku...walau itu harusnya ku tau sejak dulu, tapi yakin..aku masih belum terlambat. Ayo carilah jalan itu, aku pasti bisa menemukannya walau kau disana aku disini, walau dengan cara yang berbeda... .masih ada waktu.
September usai...oktober menyapa...buatku makin mendekat..buatku benar-benar mendekam disana, jangan biarkanku mundur..tuntun langkahku teruss hingga ku tak lagi rasakan apapun kecuali sebongkah cinta dan rindu yang selamanya bersemayam di lubuk paling dalam...inginku..harapku selamanya.
Wiiliam...kau tidur???hmmm, baiklah akan ku teruskan lain waktu, karena setelah ini ada hal yang lebih penting..saat azan berkumandang membawakan kesejukan yang kan menyapa sore yang gersang...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman hamil dan melahirkan di Jepang (part 1)

Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Resep Masakan Jepang, Tempura dan Somen