Search This Blog

Friday, July 28, 2017

Sifat Dasar Manusia

Judulnya kok kayak bab pelajaran agama di sekolah yaa, hehehe. Sebenarnya lagi lagi tulisan ini ditujukan padaku terlebih dahulu, sebelum kemudian aku berharap ini juga bisa bermanfaat buat orang lain. karena sejatinya menulis adalah menyehatkan, membahagiakan, kemudian mencerdaskan. tergabung di grup wasap ODOP ini membahagiakanku, walau kadang ciut dengan kesigapan emak emak dalam membagikan buku2 bacaanya yang keren2. tsaaaaah pengen cepat cepat menghabiskan buku bacaan minggu ini yang masih beberapa helai lagi hehe. semangaat

Balik lagi ke topik. kenapa aku ingin merefresing ingatanku tentang "sifat dasar manusia" ini, karena sebetulnya kurasa ada yang salah dengan perasaanku akhir akhir ini hehe, sering berkeluh kesah misalnya, atau merasa tidak punya kekuatan untuk bangkit dan mengambil peran di zaman modern ini (haha ini mah lebay, wong mendidik anak juga peran penting ditengah zaman... ah syudahlah, mamak mamak harus setrong lahir bathin, jiwa raga demi keluarga sakinah mawaddah warahmah dan penuh keberkahan dari allah, ganbatte mamak berat loh tugasmu, gak cuman sekedar bikin obat, cari formula, haha oposiih). 

OKE, tentu tulisan yang akan kurangkai ini berdasarkan sumber valid dan dijelaskan ulang kembali oleh sista sista ku (semoga allah melimpahkan keridhoannya untukmu, amiin).  yuk kita lihat apa saja sih sifat dasar manusia menurut alquran :

1. Manusia suka berkeluh kesah. mmmm siapa yang suka berkeluh kesah ?? saya sayaaa (dikit dikit aduh megumi kenapa sih ga mau makan, padahal, aduh kok jepang panas banget sih, lembab lengket hiks, jadi kangen winter (tuh kan, maunya kok yaaa, giliran winter tetep ngomel dinginnn banget siiik. begini begitu hmmm :(). 
dalam surah al maarij ayat 19, allah sebutkan " sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. 
tuuh benetkan, manusia memiliki sifat dasar suka berkeluh kesah. hmmm. Tapi bukan berarti berkeluh kesah terus dong yaa, apa apa ngeluh, bukankah Allah mencintai hamba yang kuat dibandingkan yang lemah??

2. Kikir
nah ini siapa yang suka kikir?? hehe cengengesan, kikir disini juga termasuk kikir dalam kebaikan misalnya, kikir dalam kebaikan, contohnya, daripada baca status nggak jelas di sosmed, yang bikin hati kadang gak enak, si itu si anu, dan ujung2nya nyinyir (nyinyir yang tidak terlihat juga bahaya looh  hewww). maka sebaiknya isi dengan dzikir, mengingat Allah, buka alquran, atau selesaikan bacaan, atau hal lain yang lebih bermanfaat. 
dalam surah al maarij ayat 19 Allah sebutkan "  sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. selain berkeluh kesah, manusia juga memiliki sifat dasar kikir. 

3. Manusia bersifat lemah (tidak punya kekuatan)
Segala daya upaya hanya milik Allah. dalam surat annisa ayat 28 Allah sebutkan "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah"
kita adalah hamba Allah, semua yang kita miliki adalah milikNYA, jadi jangan sombong, mintalah kekuatan kepada allah, karena tanpa pertolongannya kita tidak berbuat apa apa. Rendah dirilah dihadapan Allah, dan rendah hatilah dihadapan manusia. 

4. Tergesa gesa. 
Ini nih suka tergesa gesa. tergesa gesa datangnya dari setan, allahu'a'lam. buru buru menyimpulkan orang lain misalnya, hmmm padahal baru ketemu sekali, atau era digital, liat status kok gitu sih, kayaknya orangnya gini deh, hmmm. 
dalam surah al-isra ayat 11 allah sebutkan " dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. dan manusia adalah bersifat tergesa gesa". 
ngomong tergesa gesa, asal bunyi, tanpa dipikirkan terlebih dahulu, semoga kita terhindar dari sifat yang beginii, amiin 

5.  Berputus asa.
 Gak lulus ujian, putus asa, gak punya harapan hidup, dan mencoba memutuskan hidup. Naudzubillah.  Benarlah kalau manusia itu memiliki sifat berputus asa. dalam surah al isra ayat 83 Allah berfirman "dan apabila kami berikan kesenangan pada manusia, niscaya berpalinglah dia, dan membelakang dengan sifat sombong, dan apabila ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa. 
memang begitu, kebanyakan manusia lupa seketika pada yang ngasih kesenangan, dan ketika kesusahan menimpa seolah olah sudah tak punya harapan lagi. padahal bisa jadi kesusahan yang ditimpakan Allah didunia ini sebagai upaya untuk menggugurkan dosa dosanya, karena Allah akan membalas setiap perbuatan kita, kalo gak di dunia, maka di akhirat kelak. 

6. Enggan bersyukur
nah ini yang bahaya. kita lupa bersyukur, padahal nikmat allah tiadalah terhitung. dalam surah fussilat ayat 51 Allah berfirman "dan apabila kami berikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri, tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak bersyukur. 
jangan lupa bersyukur setiap saat, karena allah akan menambah nikmatnya bagi orang yang bersyukur. semoga dijauhkan dari kufur nikmat, amiin ya Allah. 


Kita tahu bahwa kita memiliki sifat ini, diciptakan memiliki sifat sifat demikian, apa langkah kita selanjutnya?? ketika menyadari diri sering berkeluh kesah, tergesa gesa, putus asa, kikir dan enggan bersyukur? periksa hati yuuuk, ada salah disana. maka, benarlah seperti lagu obat "obat hati ada 5 perkara" hehe.

Rajin rajin membaca alquran, berdzikir, bertemu orang sholeh/sholehah, tahhajjud sehingga walapun allah ciptakan kita memiliki sifat2 tersebut tapi kita bisa melewatinya dan tidak berlama lama menjadi pesakit.

Quran surah al asr ayat 1-3, Allah sebutkan kalau manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang yang sabar dan menasehati dalam kebaikan. 

Tugas kita saling mengingatkan dan menasehati agar sama sama kembali kejalan yang benar, bageur bareng ceuk teh jasmine di official line nya hehe☺☺☺
jauh jauhkan dari sifat bully2 dan nyinyir yaa, lebih baik kasih nasehat kalau nggak diam.

Bismillah, mari menjadi manusia yang berkualitas dihadapan Allah, manusia, dan alam sekitar ☺☺☺

#Catatanpengajian
#selfreminder
#menulismenyehatkan



Saturday, July 22, 2017

Bean Scattering Ritual

Ikatlah ilmu dengan tulisan, ikatlah peristiwa dengan tulisan untuk menjadi kenangan ☺☺☺ (barangkali suatu hari nanti sudah tak di Jepang lagi :)

Suatu hari dimusim dingin tepatnya tanggal 3 Februari setiap tahunnya, teman teman jepang mengajakku untuk merayakan salah satu tradisi mereka yaitu mame-maki, atau dalam bahasa inggrisnya "the Bean Scattering Ritual" atau Bean Throwing Festival, artinya kurang lebih adalah ritual menyebar/melempar kacang dengan maksud tertentu. Peristiwa ini dirayakan dengan maksud berakhirnya musim dingin dan mulai masuknya musim semi. 

Ajakin ini kusambut dengan senang hati, karena pada dasarnya aku senang mengamati budaya masyarakat sekitar, belajar dari apa yang menjadi tradisi mereka. banyak sekali peristiwa unik di jepang ini yang rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja hehe. 

Kami mengadakannya disalah satu rumah member GLOBISH (kids international community). yaaps, seperti apa keseruan acara mame maki ini?? 

Setiap orang akan dapat sejumlah kacang (disini kita menggunakan kacang kedelai/ soybeans. menurut Noriko Takano dalam bukunya Annual Event in Japan , soybeans/kacang kedelai ini memiliki arti penting, dan orang jepang percaya bahwa kacang ini memiliki kekuatan untuk menangkal roh jahat (these beans had the power to ward off the evil spirit).  bagi orang jepang, ritual ini sudah dimulai pada malam harinya, yaitu kacang yang sudang di panggang terlebih dahulu, kemudian di sebar/dilempar di dalam dan diluar rumah dengan diiringi kalimat " Oni wa soto, fuku wa uchi" , yang artinya adalah mengusir setan/iblis dan datanglah/masuklah kebahagiaan/keberuntungan (out the devil, in with fortune)

Pada prakteknya kemaren, kami mulainya disiang hari, kacang dibagikan, dan ada yang bertindak sebagai oni/evil (memakai topeng oni/evil), dan yang lain melemparinya dengan kacang, sembari mengatakan "oni wa soto, fuku wa uchi. setelah semua kacang dilempar, maka setiap orang akan makan kacang sejumlah usianya, dan tambahan lagi biasanya bagi orang jepang ada yang melanjutkan ritual sembahyang. dan acara lempar kacang atau mame maki berakhir sudah. Pada hari tersebut, dikuil kuil juga di adakan acara mame maki yang lebih besar dan ramai tentunya. mereka mengajakku ke kuil untuk melihat acara ini, tapi cukup ramai dan desak desakan, khawatir akan kenyamanan bayi, jadi ditunda dulu deh (biasanya kata temanku, orang2 dikuil akan melempari koin koin yen jugaa, waah mayan kan dilempari koin hehehe)



suasan di kuil
*dokumentasi pribadi

Sunday, July 16, 2017

REHAT

Lama tidak curhat di blog ini hehe. semenjak menikah rasa rasanya blog ini, bukan lagi menjadi diary, jadi menulispun harus hati hati hehe. yuk rehat sejenak dari musim panas yang menyengat ☺☺☺☺
Mengutip perkataan sayyidina ali yang berbunyi : "Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia (Ali bin Abi Thalib). 

Sekali kali aku tidak boleh menggantungkan harapanku pada manusia, berharaplah hanya pada Allah. karena berharap pada manusia itu, manusiapun terbatas kemampuannya. jika kau pernah berharap, lalu kemudian harapan itu tidak terwujud, dan hatimu kecewa, lupakanlah, dan kembalilah  berharap pada allah, agar kau bisa tersenyum, sehat juwa dan raga. 

Jika kau pernah membangun rasa percaya, lantas ia perhalan runtuh seperti gunungan es, maafkanlah dirimu, maafkanlah mereka, tiada yang sempurna, sungguh kesempurnaan hanyalah milik allah. 

Lalu, jika kau ingin...
Rasanya lari kenyataan hidup, karena begitu banyak tanyamu kini yang seolah hanya menggantung menunggu jawaban, maka berdoalah kepada allah, agar kau berlari ke jalan yang benar, jalan dakwahNYA, karena disana ada lingkaran tajam yang akan menajamkan pikiranmu, menyegarkan kembali saraf-saraf ilmu dan berlagi mengejar surga. 
lalu, jika kau lelah ....
Maka berdoalah kepada Allah agar lelah itu cepat berlalu, kemudian berganti dengan semangat infiru, semngat tanpa letih menyemai kebajikan. semangat untuk segala sesuatu yang baik di mata Allah. 
Jika kau ingin,..
Ingin hilang, ingin tenggelam saja, maka cepat cepatlah tengadahkan tanganmu, mintalah kepada Allah kesabaran  dan hati yang lapang agar sesakmu hilang, berganti dengan tangisan " ya Allah sungguh hidupku singkat, maka kemana umur ini kugunakan??. 
kalau kau sabar, kau menang insya Allah. 
Siapakah orang yang sabar itu?? adalah orang yang tidak mudah berputus asa. 

PS. Untuk seseorang disana, 
Mungkin kau sedang asyik menikmati pemandangan sawah dan desa yang lama tak kau rasakan, sembari bertasbih, ya Allah sungguh indah, sempurna ciptaanMU. Sayangku, jadikanlah langit desamu tetap tersenyum, jaga mataharinya agar tetap mampu menghangatkan dan bentengi desamu dengan kalimat indah dari RabbMU, sampaikanlah, bismillah, sampaikanlah kebenaran, janganlah sekali kali engkau ragu. 

Untukmu terkasih dilangit teduh sana,...
Sampai hari ini aku masih merekam kata kata yang menempel di dinding kamarmu waktu aku berkunjung kesana, " eksis dimata Allah dan jadi primadona di langit sana". kata kata yang menohokku betapa kau menginginkan eksis di mata allah, hanya kepada Allah,  apalah aku yang masih memiliki rasa entah kenapa harus dunia tahu kalau aku,... sekali kali bukan untuk yang fana, bukan untuk mencari ridho dan puja puji manusia, tapiii,.... 

Tulisan Khansa malam itu,..
Iya tarik aku, kembali rangkul aku, sudah tiba masanya berjalan dan melangkah walau gelap tanpa cahaya. insya Allah ada cahaya di ujung sana. karena berjuang adalah berani merasakan kepahitan. 

kusebut kau, kau, dan kau dalam doaku, semoga allah meridhoi langkah kita, hidup kita dunia dan akhirat. bergeraklah, hingga habis waktumu,...


#selfreminder
#da'wahituindah





 






Wednesday, July 5, 2017

Ikuji : Childrearing Practices in Japan

Beberapa waktu lalu, saat berkumpul dengan teman ibu ibu Jepang, biasanya kami akan diskusi tentang banyak hal (aku sih lebih tepatnya banyak bertanya), aku menanyakan bagaimana sih ibu ibu ini dalam mendidik anak anaknya? atau gimana sih pola asuh orangtua terhadap anak di Jepang?? aku penasaran sekali, sekiranya mereka mau membagi ilmu parentingnya, yang kemudian untuk dijadikan sebagai pandangan baru soal mendidik anak kedepannya. 

Flashback sedikit tentang kisah kunjunganku ke sebuah Sekolah Dasar (SD) di Jepang pada tahun 2015, saat ada acara kunjungan dari sekolah Republik Indonesia Tokyo ke Ibaraki Elementary School (semacam agenda tahunan yang sudah berlangsung sejak lama). apa pelajaran yang ku ambil dari kunjungan sehari itu?? bahwa video tentang sekolah anak di Jepang yang membersihkan kelasnya sendiri itu benar adanya, ramah tamah kepada orang lain/terutama orang asing, tata cara makan yang sopan, dan sangat higienis menurutku, rapi, bersih sekaliii. dan aku takjub selesai makan siang, anak anak ini memanduku untuk meletakkan piring kotor, gelas, sedotan, wadah susu, piring buah, sesuai dengan tempatnya masing- masing (ya ampuuuun dulu sampah asal taro jadii satu aja ☺), eits wadah bekas susu yang masih ada sisa didalamnya dibilas dulu yaa, jadi wadah susu benar benar bersih baru kemudian dibuang. yaps. itu sekilas gambaran kunjugan hari itu. 

Balik lagi ke acara kumpul tadi, temanku sambil senyum, sambil mikir ngumpulin jawaban, lalu kemudian dia memberi komentar. "pada dasarnya sama aja sih dengan kebanyakan orangtua ditempat lain, bahwa kita mengajarkan hal hal yang baik kepada anak, seperti misalnya kejujuran, kita ajarkan dan contohkan untuk tidak sekali kali mengambil sesuatu yang bukan hak kita, tidak boleh mengambil barang yang bukan milik kita". jadi ini  salah satu pelajaran penting yang harus kita ajarkan pada anak katanya. (oleh sebab itu maka tidaklah heran jika ada kejadian barang belanjaan ketinggalan dikereta maka barang tersebut utuh kembali dengan selamat, karena petugas sendiri yang akan mengamankannya, kita tinggal lapor aja, orang lain tidak akan mengambil barang kita, hmmm begitulaah di jepang. jikapun ada copet di jepang, kemungkinan besar itu perbuatan pendatang (sejauh ini sih begitu). jadi kebayangkan didikan kejujuran yang ditanamkan sedari kecil itu memang tertanam dan melekat kuat di benak mereka. ini satu point jadi catatan bagiku. lalu apakah hanya tentang kejujuran itu?? well, diskusi kita terpotong karena waktu main sudah usai. next time semoga bisa bincang bincang lebih dalam lagi dengan mereka☺.

Masih tentang pola asuh anak di Jepang ini, maka aku tertarik dengan satu bahasan dalam sebuah buku yang berjudul "The Japanese Mind", pokok bahasan tentang " Ikuji : Childrearing Practices in Japan. bagaimana penjelasannya ?. berikut penjelasannya menurut hasil terjemahan saya. 

Pola pengasuhan anak yang diajarkan oleh ibu ibu di Jepang adalah tentang bagaimana anak bisa hidup dalam suatu kelompok dan bisa bekerja sama. jadi prinsip utamanya fokus pada pembentukan karakter individu yang tahu/mengerti bagaimana bekerja satu sama lain dalam suatu kelompok, jadi bekerja sama lebih ditekankan dibandingkan individualis, dan karena berada dalam grup, maka penonjolan diri (self-assertion) dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan. (saya jadi ingat betul, seseorang bercerita bahwa memakai kemeja selain kemeja putih di acara kampus semisal seminar, wisuda dll, dianggap kurang sopan karena berbeda dengan yang lain. lah toh kan pilihan kita mau pake kemeja warna apa yakan. tapi tetap dianggapnya kurang sopan kalau berbeda, jadi pakailah kemeja putih aja begituu, hmmmm . Ini salah satu manifestasi self-assertion mungkin yaa) 

Hal ini kontras berbeda dengan budaya barat, khususnya budaya Amerika yang mana pola pengasuhannya banyak ditekankan pada kemandirian, kreativitas, dan penonjolan diri (self assertion). 

Menurut Azuma (1994) pola pengasuhan di Jepang itu adalah "seep down type/ seep down parenting. 2 konsep utama seep down type ini :

1.Belajar sesuai apa yang dicontohkan orangtua ("learned by imitation of parents rather than linguistic analytical explanation").
sebuah penelitian yang dilaporkan Azuma, tentang bagaimana ibu Jepang dan Amerika dalam mengajarkan anaknya dalam menyusun sebuah balok-balok kayu kepada anak yang berusia 4 tahun. ibu jepang mencontohkannya pertama kali bagaimana menyusun balok balok kayu menjadi sebuah bangunankemudian ditiru oleh anaknya,. bila gagal maka ibu kan mencontohkannya lagi, sampai kemudian anak berhasil melakukannya sendiri. 
Berbeda dengan ibu Jepang, maka ibu Amerika ini menjelaskan dengan sistematis bagaimana letak dan posisi balok yang benar, mengecek apakah anak sudah paham, kemudian membiarkan anak melakukannya sendiri. 

Jadi terlihat sekali bahwa ibu Jepang menekankan seep down/mencontohkan/menirukan kepada anaknya sementara ibu amerika lebih ke verbally analitical. 

2.Konsep seep down yang kedua adalah otoritas orangtua terhadap anak tidak begitu besar dibandingkan dengan ibu amerika. ketika anak salah, tidak patuh maka ibu jepang lebih membiarkannya dibandingkan ibu amerika yang menenkankan otoritas orangtua terhadap anaknya. 

Sebagai contoh : anak tidak mau makan sayur maka :

Ibu Amerika : eat it, or you must eat it, then eat it please
Ibu Jepang : eat it, eat e little, or you can eat it tomorrow, can't you?

Meskipun hal itu terlihat ibu Jepang seperti memanjakan anaknya, sehingga terbentuk "a good child identity, maka seiring waktu membuat si anak sulit untuk melawan/tidak meyukai harapan/ekspektasi orangtuanya, bahkan menganggapnya memalukan untuk dilakukan. 

Good chikd identity, ditekankan pada sikap/prilaku oleh ibu Jepang, sementara ibu Amerika menekankan linguistic expression. harapan ibu jepang adalah anak dapat mengontrol emosi mereka, patuh, memiliki sikap yang baik dan sopan, dan kemampuan untuk menjaga diri mereka sendiri, sementara ibu amerika memiliki harapan anaknya memiliki kemampuan bersosialisasi dan kemampuan mengekspresikan diri. 

Dngan kata lain bahwa good child bagi orang Jepang adalah mereka yang tidak menonjolkan diri dan mengikuti aturan dalam masyarakat. good child versi amerika adalah mereka yang memiliki opini/pendapat dan mandiri. 

Dalam sebuah grup/kelompok penting untuk mempertimbangkan oranglain, style komunikasi ini dinamakan "mind reading",yang sangat menjaga perasaan oranglain. misal, ketika seseorang harus menolak request/permintaan, kedua belah pihak akan malu, oleh karenanya butuh waktu yang lama bagi orang jepang untuk memutuskan sesuatu, karena mempertimbangkan perasaan oranglain. jadi, mempertimbangkan oranglain itu pertama dan terpenting bagi orang jepang. 

Inilah bahasan singkat tentang Ikuji di buku "The Japanese Mind" ini. 

Apa yag dapat kita simpulkan :

Ibu Jepang mendidik anaknya untuk bisa :

1. Coorpartion/kooperatif. dididik untuk memiliki kemampuan bekerja sama dalam suatu kelompok/masyarakat. menjadi bagian yang satu/sama dengan suatu kelompok.

2. Emphati (tidak menyakiti oranglain, tidak menyusahkan oranglain)

3. Mencontoh apa yang dilakukan oleh orantuanya

4. Membentuk good child dalam diri anak sehingga tidak ada punismet secara langsung, dan anak berusaha menjadi good child

Tiada yang sempurna memang baik konsep barat (yang diwakili oleh amerika dalam bahasan ini maupun konsep timur yang dinut oleh orang Jepang, sama sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Childrearing ala timur ada kekurangan yaitu anak menjadi kurang tegas dalam memutuskan sendiri karena terbiasa berkelompok, kurang bisa mengemukakan opini/menonjolkan diri. 

Mendidik anak adalah tugas kita sebagai orangtua, ambil yang baik buang yang jeleknya, dan yang terpenting adalah mendidik anak sesuai FITHRAHnya.






IBARAKI Elementary School


Kawasaki, 2017






Hello 2018

Bismillah,... Lama nian tidak menulis di blog ini. Tapi malam ini sudah bertekad untuk menulis. Apapun itu alasannya. Ehehe. Karena hidup ...