Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

kajian muslimah " keseimbangan peran wanita dalam peradaban"

Gambar
bismilahirrahmanirrohim,...
hari ini diberikan kesempatan untuk menghadiri kajian muslimah dengan tema yang cukup menarik. well,..memutuskan tekad untuk datang (agar galau dibenak tidak betah berlama lama). ibu ibu macam saya ini tampaknya perlu sering sering menimba ilmu, bekal untuk kehidupan yang lebih baik, terutama dan yang terpenting adalah mendapat rahmat dari allah SWT. 
ikatlah ilmu dengan tulisan (barusan kata jata mutiara ini diingatkan lagi oleh orang tersayang, arigatou),... maka ikatlah apa yang didapat hari ini. 
kajian khusus muslimah " peran dan tanggung jawab muslimah dalam membangun peradaban"
by : ust. Imron Rosyadi, LC


sesi 1 :  bapak ust membuka kajiannya dengan menyatakan kekagumannya pada ibu ibu muslimah di jepang ini, yang jauh jauh datang demi mendapatkan ilmu. musim dingin, bawa anak, perjalanan yang cukup jauh. bapak ustad bilang kalau ini memang butuh niat dan usaha. kenapa ? ibu ibu di jepang, as you know, terbiasa melakukan semua urusan rumah t…

Thanks to Allah

Gambar
sore itu dibawah pohon sakura... kau bercerita tentang dia. suaramu pelan namun tak tenggelam oleh riuhnya festival. ada gurat sendu yang membendung. aku tau itu. tapi sekali lagi, aku merasa tertampar dengan wajah tenangmu. sabaaar niaan. ya rabb :(. betapa tidak bersyukurnya diri ini atas kecewa yang pernah menghampiri
kau bercerita bagaimana kondisinya. tentangnya yang dalam bayanganku cukup rumit. kondisi otaknya, bibirnya yang bermasalah yang membuatnya kemungkinan besar belum bisa segera menyusu padamu. tes tes. aku menangis. hatiku bergemuruh. kemudian tertunduk. layuuuu
duluuuu,... aku pernah diposisimu. kira kira empat bulan yang lalu. merasakan bagaimana menanti buah hati. pertemuan yang sekian lama ditunggu. berdoa yang terbaik, diberi yang terbaik. iyaaa, benar. rencana allah adalah yang terbaik. apapun yang kau lakukan, sebesar apapun usahamu, doamu, tetaplah allah yang memberikan keputusan. 
kisahmu,...ini seperti harus sampai padaku, agar aku selalu berucap syukur atas…

Pengalaman hamil dan melahirkan di Jepang (part 1)

Gambar
Pengalaman hamil dan melahirkan di Jepang  (part 1)
*image credit to http://www.shutterstock.com
Seputar kehamilan pertama Beberapa waktu setelah tiba di Jepang. Sayapun dinyatakan positif hamil setelah di cek dengan testpack dan telat haid sekitar seminggu. Alhamdulillah. Proses adaptasi yang terbilang masih sangat singkat tidak mempengaruhi kesuburan saya. Kalau sudah rejekinya... . Karena beberapa teman yang sudah lama tinggal di Jepang, sempat cerita kalau awal kedatangannya ke Jepang butuh adaptasi, begitupun dengan kehamilan yang mereka tunggu. Tampaknya menunggu kondisi stabil dulu. Menunggu sekian tahun baru dinyatakan hamil. Begitulah singkat cerita ketiika kukabarkan kehamilanku pada salah seorang teman. Menikmati masa awal kehamilan. Seminggu hingga selang dua minggu kehamilan masih tampak seperti biasa. Tidak ada keluhan berarti. Semua berjalan normal. Hingga pada minggu minggu berikutnya, saya mengalami morning sickness berat. Emesis di awal kehamilan. Dan... gejala ngidamp…

Being A Mom

Tama Byouin siang itu.... Aku menatap langit Tokyo cerah siang itu. matahari musim panas kadang menyengat. Ruanganku tetap adem. Tapi tidak dengan hatiku. Ada banyak hal yang tengah berkecamuk disana. Help me Allah. pelan dan dalam. Dalam hati. Kalimat kalimat panjang ibuku terurai dalam benakku. Masih terngiang kata katanya barusan yang ku dengar via telpon. Aku butuh genggamannya. Kekasihku pun diam. Menggenggam tanganku memberi kekuatan. Bagaimana kami menghadapinya?? Berdua?? Tidak. ada Allah. bantu ya Rabbi. Risau sungguh. Saat kenyataan jauh dari harapan, maka bersabarlah. Bersabarlah. Waktu terus berputar. Perlahan semua alat dipersiapkan untukku. Setiap jam ada dokter atau perawat yang datang memastikan kondisiku. Bahkan fokusku buyar saat dokter anestesi ini menjelaskan segala sesuatunya. Kubisikkan perutku. Ayo nak. Ketemu yuuk”. Hanya menunggu jam saja. Begitulah. Akhirnya aku berganti baju dan statusku sudah dipastikan. Aku berharap bisa sabar seluas dan sedalam yang kub…

Belajar Sabar

Sore di taman... Sore ini, untuk kesekian kalinya menghabiskan waktu di taman. Hembusan angin dan suara riuh anak kecil menghadirkan suasana yang damai. segerombolan ibu-ibu tampak bercengkrama di pinggir taman, sambil sesekali mengamati dan membantu buah hatinya berdiri saat jatuh dari sepeda atau bermain bola. menyenangkan, bisa duduk dipojokan taman ini sambil mengelus perut buncitku. ada bayi yang sedang tumbuh disana. azan magrib tidak akan berkumandang disini. melirik aplikasi jadwal shalat, magrib masih sejam lagi. walau tanpa kertas dan pulpen, aku ingin menuliskan suara suara sesak dan ramai dialam sana. entah sejak kapan rusuh dan ramai bak pasar. baiklah...menulislah, agar hati menjadi lebih tenang. 
"Being married is simple, being happily married is the challenge". yuup. bisa ditebak, menikah itu tidak mudah, dan setelahnya pun tidak lebih mudah. yang paling sulit adalah, menghadirkan " kita" dan menghilangkan aku atau kau. yaa, baru terasa setelah dija…

Singgah di Jepang

Gambar
September 2015,.. Berada dibawah langit Tokyo tak pernah terbayangkan sebelumnya. masih seperti mimpi. baru kemaren menikah dan sekarang berada di negeri sakura (hidup berasa drama, apasiii :)). jepang dan segala tentangnya tak pernah singgah dibenakku. hanya saja hasrat keluar negeri itu sudah menggebu sejak dulu, sebuah negeri yang ku kenal lewat novel. yeaaah, jalan hidup memang susah ditebak. kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. mungkin ini salah satunya.
kedatanganku ke negeri asal doraemon ini bukan sebagai mahasiswa yang berkuliah dan menuntut ilmu, tapi sebagai istri yang akan menemani suami (mau jadi istri ataupun mahasiswi, dua duanya harus disyukuri, hidup harus banyak bersyukur, toh menuntut ilmu gak harus disekolah :D). punya tugas mendampingi suami dalam menyelesaikan studinya. baiklah sambil menyelam minum air, mengenal Jepang lewat cerita sehari hari.
***Perjalanan menuju Jepang***
Aku dan suami berangkat meninggalkan tanah air dan keluarga dari bandara Soetta (sed…