Search This Blog

Friday, September 28, 2012

my beloved sista


Untuk adikku diseberang pulau...
Langit boleh masih seperti yang dulu, bulan , laut, semuanya boleh masih sama, tapi seiring waktu ada yang selalu berubah dalam diri manusia, ia tumbuh dari kecil menjadi remaja, remaja menjadi dewasa, dan dewasa menjadi tua.
Adikku,...lama akhirnya ku menemukan kata untukmu,.. ada yang ingin ku sampaikan lewat kalimat-kalimat bisu yang nantinya akan kau pahami kalau sudah waktunya. Ada saatnya kau tahu sebelum dunia merubahmu,...
Adikku,...usia terus beranjak senja, hidup pun begitu makin lama makin banyak warna yang ia torehkan dalam cerita kita. Kau kini mulai mengenal banyak hal tentunya, sebagaimana aku dulu. Belajar mengenal sesama, mengenal lingkungan, dan mengenal diri sendiri.
Adikku, mengenal diri sendiri itu lebih sulit dibanding mengenal orang lain. kenapa?? Karena beragam senyawa dalam tubuh manusia  yang bersatu padu menjadi satu. Kadang kau sulit memutuskan ketika hati bicara dan logika menolak. Kadan juga kau bingung bilamana yang dilihat oleh matamu bertolak belakang dengan apa yang ada dalam pikiranmu. Semua itu adalah hal yang wajar sayang,.. itulah kita, makhluk yang allah ciptakan yang ia beri hati dan pikiran agar bisa berjalan dengan benar dan bisa melihat dengan benar. Walau kadang tanpa sadar kita ingin mengubahnya dari kodrat yang sesungguhnya.
Aku ingat.. beberapa waktu kemaren kenyataan hidup pertama mulai menyapamu. Kau gagal meraih mimpi. Sama denganku dulu. Kau hampir lupa ada yang lebih berhak atas rencana dan mimpi kita. Allah punya rencana untuk hambanya. Tak apa sayang, bukan berarti gagal itu tak punya harapan lain, bisa jadi itu adalah jawaban dari doa doa kita dulu untuk menuju kesana ada banyak caranya, dan yang pasti allah pilih yang terbaik. Sebenarnya upaya untuk menguatkan diri itu tak datang dari orang lain, tapi dalam diri kita sendiri. Ia ada dalam diri kita masing-masing. Untungnya kau mendengarnya,walau apa yang kusampaikan mungkin tak cukup. Kau akhirnya tegar dan bangkit lagi. Aku bahagia, aku kakak yang ingin selalu ada untukmu.
Dimana aku saat ia datang padamu,...
Ini ceritamu tentang seseorang yang datang dengan sayap indahnya terbang mengitarimu. Aku juga tahu tentang hal ini. Aku mengalaminya. Ku biarkan kau menikmatinya, sebagaimana ibu dulu membiarkanku  menikmatinya tanpa banyak perintah larangan ini itu, beliau mengamatiku sejauh mana aku tenggelam didalamnya hingga akhirnya aku kembali ke pangkuannya lagi.  “ Adikku .. cinta itu ibarat kupu kupu, makin dikejar, makin ia menghindar, tapi bila kau biarkan ia terbang ia akan menghampirimu disaat kau tak menduganya “. Aku tau kau punya sejuta rasa tentangnya, aku paham selayaknya aku dulu, tak satu pun melihat ada sesuatu dibalik dunia ini. Semuanya terasa indah.
Adikku,.. jangan salah bunga mekar ada saatnya ia layu dan gugur ke tanah, rumput hijau adakalanya ia berubah jadi coklat. Pun musim ia terus berganti. Manusia pun begitu dik, hati itu mudah berubah. Hanya allah lah yang berhak membolak balikkan hati kita.
Adik, banyak hal yang membuat kita tanpa sadar telah kehilangan air mata. Saat kau lihat warnanya abu-abu tak jelas. Layaknya awan hitam diatas sana, tapi nanti ia akan hilang setelah hujan berhenti dan ada pelangi yang indah yang menggantikannya. Hidup pun begitu, kalau luka pasti ada obatnya, kalau jatuh itu biasa, tapi bagaimana cara bangkit lagi itu juga bukan hal yang mudah. Tenang saja, badai pasti berlalu kata orang dulu.
Adikku,.. jangan ragu mengatakan tidak kalau kau benar-benar tak menyukainya. Karena tak boleh ada rasa sepihak, rasa itu dari dua hati bukan satu.
Satu hal lagi hidup itu ibarat dalam perahu ditengah lautan. Berlayar sampai ke tujuan pun banyak caranya. Mau dengan pendayung handal atau dengan arus gelombang, itu pilihan sayang... benar dua duanya punya peluang yang sama untuk sampai disana. Siapa yang selamat atau yang tenggelam hanya allah yang tahu, yang jelas ada pedoman hidup untuk manusia. Tergantung mau mengikutinya atau tidak. Sekali lagi hidup itu pilihan.
Baik sayang.... belajarlah lebih banyak bila nasehat ini rasanya masih kurang. Belajarlah pada siapapun, pada apapun. Allah bentangkan langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya agar manusia bisa belajar memahami arti yang sesungguhnya.
Pagii ujung september,..
Miss you

3 comments:

  1. Subhanallah.. Sungguh beruntung ia sebagai adikmu..

    ReplyDelete
  2. Sekali lagi kucari-cari postingan ini, dan..

    TADA! Aku menemukannya.
    Lagi, sekali lagi, ku baca dan ku resapi.
    Dan lagi-lagi mataku berair, basah..

    Subhanallah..
    Begitulah sejuknya hati, saat Allah hidup dalam hati kita :")

    Tak tahu lagi apa yang bisa ku ucap. Semoga Allah sediakan satu rumah di surga untukmu kak..
    Untuk hatimu yang selembut itu..

    ReplyDelete

Hello 2018

Bismillah,... Lama nian tidak menulis di blog ini. Tapi malam ini sudah bertekad untuk menulis. Apapun itu alasannya. Ehehe. Karena hidup ...