Bean Scattering Ritual

Ikatlah ilmu dengan tulisan, ikatlah peristiwa dengan tulisan untuk menjadi kenangan ☺☺☺ (barangkali suatu hari nanti sudah tak di Jepang lagi :)

Suatu hari dimusim dingin tepatnya tanggal 3 Februari setiap tahunnya, teman teman jepang mengajakku untuk merayakan salah satu tradisi mereka yaitu mame-maki, atau dalam bahasa inggrisnya "the Bean Scattering Ritual" atau Bean Throwing Festival, artinya kurang lebih adalah ritual menyebar/melempar kacang dengan maksud tertentu. Peristiwa ini dirayakan dengan maksud berakhirnya musim dingin dan mulai masuknya musim semi. 

Ajakin ini kusambut dengan senang hati, karena pada dasarnya aku senang mengamati budaya masyarakat sekitar, belajar dari apa yang menjadi tradisi mereka. banyak sekali peristiwa unik di jepang ini yang rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja hehe. 

Kami mengadakannya disalah satu rumah member GLOBISH (kids international community). yaaps, seperti apa keseruan acara mame maki ini?? 

Setiap orang akan dapat sejumlah kacang (disini kita menggunakan kacang kedelai/ soybeans. menurut Noriko Takano dalam bukunya Annual Event in Japan , soybeans/kacang kedelai ini memiliki arti penting, dan orang jepang percaya bahwa kacang ini memiliki kekuatan untuk menangkal roh jahat (these beans had the power to ward off the evil spirit).  bagi orang jepang, ritual ini sudah dimulai pada malam harinya, yaitu kacang yang sudang di panggang terlebih dahulu, kemudian di sebar/dilempar di dalam dan diluar rumah dengan diiringi kalimat " Oni wa soto, fuku wa uchi" , yang artinya adalah mengusir setan/iblis dan datanglah/masuklah kebahagiaan/keberuntungan (out the devil, in with fortune)

Pada prakteknya kemaren, kami mulainya disiang hari, kacang dibagikan, dan ada yang bertindak sebagai oni/evil (memakai topeng oni/evil), dan yang lain melemparinya dengan kacang, sembari mengatakan "oni wa soto, fuku wa uchi. setelah semua kacang dilempar, maka setiap orang akan makan kacang sejumlah usianya, dan tambahan lagi biasanya bagi orang jepang ada yang melanjutkan ritual sembahyang. dan acara lempar kacang atau mame maki berakhir sudah. Pada hari tersebut, dikuil kuil juga di adakan acara mame maki yang lebih besar dan ramai tentunya. mereka mengajakku ke kuil untuk melihat acara ini, tapi cukup ramai dan desak desakan, khawatir akan kenyamanan bayi, jadi ditunda dulu deh (biasanya kata temanku, orang2 dikuil akan melempari koin koin yen jugaa, waah mayan kan dilempari koin hehehe)



suasan di kuil
*dokumentasi pribadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman hamil dan melahirkan di Jepang (part 1)

Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Resep Masakan Jepang, Tempura dan Somen