Search This Blog

Showing posts with label jepang. Show all posts
Showing posts with label jepang. Show all posts

Sunday, January 6, 2019

Indonesia katanya

September.... 



Hmmm, benar sajaa. Mendung dan hujan di bulan september seperti turut membersamai perasaan saya yang sedang gundah gulana. Yaaa, tempat baru yang masih misteri membuat hati kadang was was, apa dan bagaimana. Tanah asing dan orang asing tentunyaa. 

Negeri sakura dengan segala kenyamanannya. Tapi sunyi disini seringkali membuatku rindu akan indonesia. Aaah paginya yg hangat tentu dengan segala macam kekurangannya yg bagiku itu wajar sajaa. Aku menikmati dan mencintai indonesia apa adanyaa. Toh menurutku ada pasti yang memperjuangkan kemajuannya, ada pasti yang mempertahankan kemananannya, ada pasti yang terus berdoa untuk kedamaiannya. Aku menjadi bagian terakhir. Semogaa tanah tumpah darahku menjadi negara yang penuh kebaikan suatu hari nanti amiin. 


Kembali ke mendung september. Bocah cilikku, megumi tak hentinya memandangi para bapak2 yang sedang sibuk menurunkan barang dari lantai 2 apato kami. Yaaa hari ini adalah hari Terakhir kami disini. Rumah pertama ku dan megumi selama di jepang. Banyak kenangan pasti. (Tapi percayalah dengan menulis maka kenangan akan tersimpan tak terhapus waktu). Pagi itu sibuk. Mungkin si kecilku heran kok yaa barang barang ini mau dibawa kemana. 

Sayup kudengar seseorang memanggilku. Yaa, namanya yukari san. Tetanggaku orang jepang yang dulu pernah beberapa tahun tinggal di indonesia.aku merasa sangat bersyukur bertemu dengannya. Beliau bisa bahasa indonesia fasih. Dan paling penting bagiku hatinya hangat sekaliii. Tipikal orang indonesia. Aku bahagiaa. Seperti menemukan mutiara yang tertimbun di tengah hutan yang sepii. Yaa yaa jepang sepiiii sekali menurutku. Seorang ibu rumah tangga, belum fasih bahasa jepang maka aku membutuhkan teman. Terima kasih yukari san, semoga pertemanan ini sampai akhir waktu. Walaupun tak lagi menjadi tetangga. 

Kembali ke sabtu pagi yang sendu. Yukari menghampiriku. Matanya basah, dan menyodorkan sesuatu. Ini sandal batik yang ia bikin sendiri. Ah hatiku makin terguncang. Sandal batik ini ia rajut sendiri (tipikal jepang memang rajin bebikinan sesuatu). Sedih sekalii yaa akan berpisah ujarnya. Akupun ingin katakan bahwa sediih jugaa meninggalkan tempat ini. Tapi tapii, beginilah jalan cerita hidup. Kita harus pindah. 

Yukari san lalu memanggil anak perempuannya untuk bertemu denganku dan megumi. Mihane senang sekali bermain dengan megumi. Mihane, anak sd ini senang sekali menggendong megumi. Pengen punya adik lagi katanya. 

Masih kuingat pertemuan pertama dengannya. Undangan2 jamuannya. Bermain dirumahnya. Sapaan ramahnya setiap kali bertemu. Seringkali ia melambai dari dalam mobilnya ketika berpapasan dijalan. 

Apa yang membuatku takjub selanjutnya adalah ceritanya tentang indonesia. Sunggguh, baginya indonesia adalah negeri yang hangat, negeri yang ramai. Dia suka sekali indonesia, masakannya. Maka dirumahnya pun masih tersimpan indomie dan kecap manis kesukaannya. Kadang kali ia mampir ke restoran indonesia untuk menuntaskan kerinduannya akan masakan indonesia. Pun dia pernah bercerita akan pembantunya yang meninggal, dan membuatnya sedih. Karena baginyaa pembantu tersebut sangat dekat dengannya. Dia tahu bahwa macet indonesia mgkn takkan pernah ada di jepang, tpi baginya tetap hangatnya indonesia mampu membuat kesan yang dalam. Ah indonesiaa aku makin rindu.  

Mihane pun begitu, katanya ingin sekali bisa berenang di indonesia. Mentari bisa ada sepanjang tahun, karena tidak ada musim gugur dan musim dingin yang menggigit tentunya. Ia bisa berenang kapan aja. 

Di indonesia, bisa saling bantu dan terasa dekat sekali dengan yang lain. Suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Walaupun rasanya suasana di kota makin jauh dari kondisi ini, tpi tetap nilai nilai seperti ini ada dalam diri orang indonesia. 

Pada akhirnya aku sadar bahwa, sejauh apapun kau merantau maka kampung halaman tempatmu kembali. Duluuu, aku sangat membanggakan jepang. Ah keren sekali ini. Hampir semuanya sempurna. Maka seiring waktu akupun sadar kalau tidak ada yang sempurna. Pasti akan bertemu kekurangannya. Dan lagi indonesia jepang dua duanya memiliki kekurangan kelebihan. Maka banggalah menjadi bagian dari negeri dimana kamu dibesarkan. Bangga boleh, tpi tidak merendahkan apalagi menggerutu. Ah sudahlaaah. Pesona negerimu, kebanggaan di mata yang lain. Hargailaah dengan menerima kekurangan yang ada. 
Terima kasih yukari san. Sudah mengingatkanku agar tidak menjadi "lupa kacang pada kulitnya". 


Tak lupa kusisipkan janji untuk bertemu lagi dengan keluarganya. 

Bangga boleh, tapi jangan keluhkan indonesia saat ini. Jepang indonesia tidaklah sama, dua duannya memiliki kekurangan dan kelebihan.

Ambil yang baik, buang yang buruk. Sekali lagi, cintailah negeri sendiri, hingga hati lapang menerima apa adanya, dan berdoa semoga perlahan lahan bisa membaik, bisa merangkak maju🙏🙏🏻🙏🏻🙏🏻💪💪



Salam hangat dari negeri sakura. Titip rindu pada hutan sawah gunung lautan (simpanan kekayaan) seperti lagu hehe


sandal batik ini dibuat sendiri oleh Yukari san, sebagai kado pada hari kami pindah rumah

Wednesday, September 27, 2017

Resep Masakan Jepang, Tempura dan Somen



Waah sudah sekian lama gak capciscuss lagi di blog ini, hmmmm. berharap target menulis (dari hati) makin membaik dari hari ke hari yaaay ☺(Amiiiiin).

Kali ini mau berbagi tulisan tentang resep makanan dari negeri sakura. salah satu jenis makanan khas jepang namanya Tempura. makanan jenis ini terbuat dari sayur dan seafood yang di goreng dengan tepung khusus. YUUUK, simak step by stepnya :). kali aja suatu hari mau bikin di indonesia, atau ada yang ingin menjamu teman dari jepang, bisa bikin masakan ini, cukup gampang sih (asal sesuai instruksi hehe)

Teman teman jepang saya yang baik hati dengan senang hari berbagi resep ini dengan teknik pembuatan ala jepang tentunya, arigatou ne ☺❤❤


 Bahan Bahan :
Seafood  : jenis seafood yang biasa digunakan adalah Udang (udangnya yang ukuran besar yaa), cumi dll
Sayuran : jenis sayurannya antara lain : terong ungu, ubi, labu, piman (sejenis paprika hijau), buncis, lobak (daikon) 
Somen : sejenis mie jepang yang lebih kecil dan halus dibandingkan udon

Bumbu : 
tepung khusus tempura (jika tidak ada dan menggunakan tepung biasa, maka harus sesuai petunjuk pembuatan tempura)
dashi flakes 
dashi konbu (sejenis dashi rumput laut)
shoyou 
gula 

Cara membuat :

1. Somen 
Mie somen di rebus dulu, masak hanya 2 menit saja agar tidak lembet dan hancur. 
kuah somen : cara membuat kuah somen yaitu : dashi konbu di panasin (direndam air panas selama 30 menit). sampe kira2 timbul gelembung sedikit. jangan sampe mendidih yaa. kemudian konbunya di angkat dan sisihkan. konbu itu rumput laut yang berbentuk lembaran. kemudian air rebusan konbu dicampur dengan dashi flakes (dashi yang terbuat dari ikan, bentuknya lembaran2 halus, kayak yang ditabur di atas takoyaki atau okonomoyaki), dashinya cukup direndam sebentar, trus angkat dan sisihkan. jadi air rendamannya sudah mengandung dashi konbu dan dashi flakes ya. wangi sekalii ini hehe. kemudian tambahkan shoyu dan gula secukupnya. 


kuah somen


2. TEMPURA
Pertama tama : siangi udang dulu. kupas udang, buang kulitnya, ekornya tidak dibuang, satu sisi dari kulit bagian akhir (dekat ekor) itu tidak dibuang. kemudian iris badan udang, pada ruas ruasnya tapi tidak sampai terpotong, agar udang bisa lurus (tidak bengkok). iris di dua sisi. 

bentuk udang yang sudah dikupas dan di iris dikedua sisi

Selanjutnya, potong potong sayur (sesuai selera sih), yang penting ukurannya jangan terlalu kecil. untuk terong ungu bisa dipotong bentuk kipas atau memanjang. 

Adonan tempura : sesuai petunjuk takaran pada kemasan, tepung tambahkan air. aduk pelan saja (jangan di aduk terlalu kencang katanya). tidak perlu ditambahkan gula garam dll ya. cukup ini saja. untuk tepung jika tidak menggunakan khusus tempura, misal tepung terigu, bisa digunakan sesuai petunjuk untuk pembuatan adonan tempura :)

tepung yang digunakan (khusus untuk membuat tempura)

adonan tepung yang sudah ditambahkan air

udang 

ubi 


3. Kakiage
Kakiage sejenis bakwan/bala versi jepang (kalo kata saya hehe). pembuatannya pun mirip. tapi ini menggunakan tepung tempura.

Bahan bahan untuk kakiage :
Gobo (sejenis sayur )
wortel
bawang bombai
shiso (ini adalah sejenis daun yang sering pakai untuk berbagai masakan, dan bagus untuk kesehatan katanya. dan selalu saya cuekin ketika belanja sayur karena gatau itu daun apa haha, akhirnya tau juga pas masak masak ini). iris tipis memanjang semua sayur ini.

adona kakiage.

Untuk teknik menggorengnya. celupkan bahan sayuran ini, kira2 satu sendok kedalam tepung, angkat membentuk bola bola, tapi usahakan tepungnya tidak ikut terangkat (tepung yang ikut digoreng sesedikit mungkin). kebalikan sama bikin bala bala yaah, banyakan tepung dibanding sayur hehe. kalau kakiage ini modelnya kayak sarang sayuran loh hehe. 

kakiage

hasilnya seperti berikut :

Udang, ubi, terong ungu, piman, kakiage (kalo kakiage yang biasa dijual ukurannya lebih besar dan mirip sarang sayuran)

Tipsnya :
Gunakan minyak yang cukup banyak agar adonan terendam dengan baik
Usahakan kondisi minyak selalu bersih yaa dari sisa adonan.
Khusus untuk udang, maka bagian ekor tidak ikut tercelup ke adonan tepung ya ☺☺☺

Selamat mencoba ☺☺❤❤

Wednesday, May 10, 2017

Chirashi Sushi

Awal Maret kemaren saya di undang oleh teman jepang saya untuk datang ke rumahnya dalam rangka membuat cirashi sushi. Ini adalah pengalam pertama saya dalam membuat sushi, sebelumnya hanya tau makan aja hehe. 

Apa itu chirashi sushi? Saya pun baru pertama kali mendengarnya. Jadi menurut penjelasan mereka, yang saya tangkap adalah cirashi sushi ini merupakan jenis sushi yang dibuat dalam rangka perayaan hinamatsuri. Apa itu hinamatsuri?? Hinamatsuri adalah hari anak perempuan yang jatuh pada tanggal 3 maret setiap tahunnya. nah bagi orangtua yang memiliki anak perempuan, maka tradisi ini akan mereka laksanakan. unik yaa??. lengkapnya tentang Hinamatsuri baiknya dibahas next time, bagaimana perayaannya dan uniknya kostum yang digunakan. 

Balik lagi ke cirashi sushi. Kebetulan dalam grup pertemanan ini (saya memiliki sebuah grup yang berisikan beberapa orang jepang dan orang indonesia) hanya saya satu satunya yang memiliki anak perempuan hehe. Maka dengan senang hati mereka mengajarkan cara membuat sushi ini, Harapannya kelak katanya biar bisa masak sendiri ditahun depan hehe. 

Oiyaa, all ingredients tentunya sudah aman dari bahan bahan yang tidak boleh dikonsumsi oleh muslim. Mereka sangat memaklumi saya sebagai muslim yang hanya akan mengonsumsi yang halal saja. Alhamdulillah mereka mengkonfirmasikan setiap bahan yang kami gunakan. 

So, lets get cooking... :)

Bahan bahan yang digunakan 
1. Nasi (nasi masak biasa), nasi sebagai bahan utama

2. Topping terdiri dari : 
- Seaweed atau nori/ rumput laut kering 
- Wortel
- Mentimun
- Shiitake (jamur kering yang sudah di rendam semalam dengan sedikit air gula)
- Udang kupas
- Snow peas (kacang polong salju)
- Telur ayam 
- Dried tofu ( takano tofu).semacam tahu kering
- Mini tomat 

Bumbu yang digunakan :
- Maple syirup (ini sebetulnya bisa diganti dengan larutan gula)
- Sushi vinegar (cuka dari beras yang biasa ditambahkan di nasi sushinya)
- Minyak sayur 
- Soy souce /soyu (jenis soyu dengan label halal alhamdulillah sudah tersedia di jepang)
- Garam 

*Catatan : untuk jumlah/takarannya, gak sempat dicatat persisnya berapa karena semua bahan nggak ada yang ditimbang hehe. jadi pakai takaran kira2 aja mungkin tidak masalah. terutama untuk jumlah topping dan nasinya, bisa dikira2 ya mau sebanyak apa porsinya. kalau untuk jumlah bumbu pun bisa dirasa rasa ya bu ibu hehehe. 
Satu lagi, untuk topping ini sebenarnya jenisnya bisa suka suka (sesuai dengan ketersediaan bahan, mau menambahkan salmon misalnya, boleh boleh saja). 

Cara memasak:

1. Masak nasi seperti biasa (jenis beras yg digunakan seingat saya mereka tidak sebutkan, jadi saya simpukan nggak ada jenis beras khusus, alias semua jenis beras bisa digunakan).
2. Memsak topping:
-Potong semua sayur sesuai ukuran yg dinginkan. gak besar dan gak terlalu kecil juga. bersihkan/cuci semua bahan yang akan digunakan. masak di dalam wajan yang sudah berisi air yang ditambahkan dengan maple syirup (kalau tak punya maple syirup bisa pakai gula yaa, dan sampai larutannya agak manis saja, jangan ditambahkan terlalu banyak). masak dengan api sedang hingga semua bahan empuk. angkat dan tiriskan. 
3. Kocok lepas telur, tambahkan sedikit soyu. kemudian gorng dengan sedikit minyak hingga terbentuk telur dengan lapisan tipis, yang kemudian dipotong-potong menjadi bagian yag lebih kecil.
4. Balik lagi ke nasi. nasi yang sudah matang, dipindahkan ke wadah besar, semacam bakul nasi model jepang begitu. kemudian tambahkan sushi vinegar, aduk aduk sampai rata, hingga rasanya sudah pas. tidak hambar, dan tidak pula berasa banget, sebagaimana tipe makanan jepang lainnya. 
5. Tata topping diatas nasi, secantik dan sebagus mungkin. 
6. Siap dihidangkan.
7. Chirashi sushi adalah jenis sushi yang tidak di roll, atau digulung. sushi ini makannya pakai piring mirip nasi goreng mungkin yaaa (dan tentunya pakai sumpit hehe)

Gampangkan?? hehee

*Semoga bermanfaat. 





Monday, March 6, 2017

Perlengkapan Bayi Baru Lahir

Perlengkapan bayi baru lahir di Jepang 

Belanja perlengkapan bayi menjelang melahirkan merupakan salah satu agenda wajib yang menyenangkan (emak emak tentunya haha), karena sebagai calon ibu, aku antusias banget nih memilih dan memilah apa yang terbaik dan benar benar dibutuhkan anak kami. minimalis dan sesuai kebutuhan. ah tetap aja yaah, pengen ini pengen itu, yg ini lucu yang itu lucuu. hehe. ujung-ujungnya azas manfaat tetap nomor satu :)

Berikut newborn shopping list ala mak megumi (oiyaaa ini khususnya untuk bayi yang lahir di musim panas yaa)

1. Baju newborn : megumi beli 2 pack. 1 pack isinya 3 pcs baju kutung. megumi beli baju cuman ini yaa, sebebihnya dikasih orang. kebetulan di Jepang ini sumbangan baju anak lumayan banyak. sebelum lahir megumi udah punya baju 1 lemari kecil, sumbangan dari teman semua. jadi beli baju ini sebenarnya liat sikon juga. dan jangan lupa biasanya kado buat bayi melahirkan kebanyakan baju juga kan?. jadi di awal ga usah banyak nyetok baju newborn, kepakenya gak lama juga, mungkin sekitar 3bulanan. (FYI: ukuran baju newborn di Jepang itu 60-70 yaa.) 

2. Topi, sarung tangan, kaos kaki, masing masing 1 pcs (gak beli banyak juga karena yang dikasih juga udah banyak ternyata)

3. Handuk bayi : beli 2 pcs buat khusus kepala, satu lagi buat seluruh badan. 

4. Bantal bayi. aku beli bantal bayi yng buat kepala aja, guling sengaja gak beli karena dirasa gak perlu. anak bayi ditaro dikasur aja sih sama kayak kasur kitaa, jadi ga usah dikasih pembatas guling juga gappa. bantal kepala bayi masih kepake sampe sekarang. 

5. Bantal menyusui : aku dikasi juga sih, dan ini kepake banget sampe umur 5 bulanan. aku pake terus nih lumayan mengurangi pegel selama menyusui. 

6. Perlak : ini dipake buat naro bayi abis mandi, di handukin disini. perlaknya bahannya plastik, lumayan tebal, jadi kalo ada air ato pipis pun ga kan tembus ke lantai. aku kmren dikasi temen. kalo belum punya bisa titip teman pas pulang ke indo. atau kalau ga ada pun ga papa sih kayaknya, cuman kalo bayi ditaro di atas kasur trus di andukin disana rasanya krg pas aja, mending di alasin, kalo tiba tiba pipis bayi ngocor gak kena ke kasur hehe. 

7. Bedong : gak perlu, megumi ga pake sama sekali, hehe. tergantung yaa kalo dirasa perluu dan maw pake bedong ya silakan. 

8. Selimut bayi : aku punya  beberapa. dikasi temen, trus dari rumah sakit dikasi 1 sebagai kado. ini perlu beberapa aja (megumi selimut bayinya yang agak tipis, menyesuaikan dengan musim yg sedang berlangsung, pas summer ga pake selimut juga gapapa kayknya. 

9. Alat mandi : pake merk pigeon semua. mulai dari lotion (ini dipake terus setiap abis mandi), sabun (sabun cair baby pegion), shampoo. 

10. Baby cream : merk pigeon. buat diaper rash, diolesin di sekitar pantat bayi yang kemerahan . 

11. Baby oil. aku pake pigeon. aku pake buat pijit pijit badan dan punggung bayi. 

12. Bak mandi bayi :ini macem2 bentuk, ukuran dan bahannya. megumi pake bahan yg plastik, kebetulan dikasih juga.

13. Diaper bag atau tas perlengkapan bayi : tas yang banyak kantongnya/partnyaa biar enak dan rapii nyusun bawang bayi yg cukup banyak yaaa. dan new mom biasanya super komplit bawaannya kalo pergi2 hehe. thanks yaa geng liqo udah dikadoin tas bayi

14. Diaper : pake merk merries yg newborn, sama kayak yg dipake dirumah sakit. paling tebel sih menurutku, nyerap dan ga bikin ruam bgt. merk goon atau moony juga bagus, ga tembus tapi ga setebel merk merries yaa

15. Bedak . belinya yang compact merk pigeon. bedak tabur udah gak boleh yaaa  takut masuk paru paru bayi. bedak juga dipakenya kalo ada ruam ato semacam biang keringat (millaria) gitu. aku beli 1 pcs buat jaga jaga aja. sehai sehari abis mandi gak pake bedak, cukup pake lotion baby aja. 

16. Minyak telon. aku pake buat diolesin di perut ato punggung biar anget. bisa pake merk apa aja. 

17. Gunting kuku. merk pigeon rekomended banget. gunting kukunyaa ngena bgt di kuku bayi dan gak bikin berdarah, ini wajib punya. 

18. Sisir bayi . aku beli merk pigeon juga. 

19. Baby box : gak perlu, space gak ada buat taro dirumah, bayi ditidurin di kasur aja

20. Cotton bud : pake yg 2 ukuran yaa. yg kecil buat bersihin hidung. yg ukuran besar buat bersihin bagian luar telinga abis mandi. 

21. Lemari bayi. khusus buat naro baju bayi dan semua perlengkapan bayi. kepisah sama baju orang dewasa yaa

22. Thermometer : ini wajib punya buat ukur suhu air mandi mandi dan suhu tubuh bayi 

23. Botol susu, breast pump : gak beli, karena ga pake pompa elektrik. pompa pake tangan aja.

24. Mainan theteer : buat bayi usia mulai 3 bulanan sih, udah mulai gigit2. 

25. Gendongan bayi. bisa pake yang sling atau yang kayk ergobaby. merk ergobaby enak rekomended. megumi pake yang merk Aprica enak juga (kebetulan kado hehe). 

26. Bouncer : enak bisa buat nidurin bayi, bisa di goyang2 dan dikasi mainan. 

27. Nipple cream : buat puting lecet dan sakit pas awal awal menyusui. ini rekomended banget punya yang merk medela. aku pake semingguan Alhamdulillah sembuh. 

28. Plastik simpan ASI. aku perah ASI manual (pake tangan) trus simpen di plastik ASI . kemaren pake merk medela. 

29. Wipes : buat lap abis pipis ato pup bisa merk apa aja 

30. Sedotan ingus : super penting buat nyedot ingus bayi. buat jaga jaga kalo bayi mampet tengah malam. jangan disedot pake mulut yaa gak bagus. pake sedotan ingus khusus bayi. 

31. Stroller . penting buat kemana mana enaknya pake stroller sih gak capek gendong hehe.

32. Playmat : gak newborn banget sih ya, tapi bisa dipake buat 3 bulan keatas, bayi taro d playmat yg mainannya digantung2 gitu. megumi bikin sendiri playmat nya hehee. beli perlengkapannya di daiso trus rancang sendirii biar lebih murah. kalo gak mau repot beli jadi juga banyaak hehee

33. Sedia obat Paracetamol, buat penurun panas dirumah. buat jaga jaga kalau tengah malam panas, bisa dikasihin. kalau badan bayi panas diatas 38 derajat celcius. 

34. Tong sampah khusus buang popok bayi. yang modelnya tertutup rapat gitu, banyak dijual ditoko bayi. ini wajib ada yaaa, jangan dicampur dengan sampah rumah tangga

35. Botol semprot buat bilas abis pipis atau pup : botol semprot kayak botol parfum gitu, banyak di jual di daiso, trus di isi air, jadi abis pipis atu atau pup bilas dulu pake air kemudian di lap pake wipes. 

Sekiaaan perlengkapan bayi baru lahir ala mak megumi (catatan buat anak kedua nantinya, Insya Allah)

Semogaaa bermanfaaat :)









Tuesday, September 13, 2016

Pengalaman hamil dan melahirkan di Jepang (part 1)

Pengalaman hamil dan melahirkan di Jepang  (part 1)

*image credit to http://www.shutterstock.com

Seputar kehamilan pertama
Beberapa waktu setelah tiba di Jepang. Sayapun dinyatakan positif hamil setelah di cek dengan testpack dan telat haid sekitar seminggu. Alhamdulillah. Proses adaptasi yang terbilang masih sangat singkat tidak mempengaruhi kesuburan saya. Kalau sudah rejekinya... . Karena beberapa teman yang sudah lama tinggal di Jepang, sempat cerita kalau awal kedatangannya ke Jepang butuh adaptasi, begitupun dengan kehamilan yang mereka tunggu. Tampaknya menunggu kondisi stabil dulu. Menunggu sekian tahun baru dinyatakan hamil. Begitulah singkat cerita ketiika kukabarkan kehamilanku pada salah seorang teman.
Menikmati masa awal kehamilan. Seminggu hingga selang dua minggu kehamilan masih tampak seperti biasa. Tidak ada keluhan berarti. Semua berjalan normal. Hingga pada minggu minggu berikutnya, saya mengalami morning sickness berat. Emesis di awal kehamilan. Dan... gejala ngidampun mulai menggebu, terutama masakan rumah. Seleraku terbang jauh ke kampung halaman. Rendang jengkol mak :(.

Pemeriksaan kehamilan pertama
Sejenak melupakan keluhan keluhan di awal masa kehamilan. Saya dan suami mulai fokus mencari informasi seputar kehamilan di Jepang. Apa saja yang perlu di urus dan dokumen apa saja yang harus disiapkan.  Testpack pertama kali yang menyatakan hasil “positif”. Sudah meyakinkan kami 80% bahwa saya memang hamil. Cari informasi dan bertanya sana sini. Akhirnya kami memutuskan untuk melapor ke kuyakuso (kantor kecamatan setempat) atau shiyakusho (kantor kabupaten/kota setempat) untuk mendapatkan beberapa dokumen penting yang diperlukan ibu hamil. Kami putuskan untuk mendatangi kuyakuso Miyamae terlebih dahulu. Bagian yang mengurus kehamilan ini berada dilantai 3. Saya dan suami antri di loket yang sudah ditentukan untuk kemudian menunggu nomor antrian di panggil dan berkonsultasi dengan petugas. Perbincangan antara suami dan petugas yang sulit saya pahami, yang intinya saya dan suami melapor tentang kehamilan dan selayaknya semua ibu hamil di Jepang akan mendapatkan beberapa dokumen dan informasi tentang kehamilan dan melahirkan. Akhirnya sampai pada pertanyaan, apakah sudah dicek di klinik/rumah sakit kalau istri anda postif hamil?? Kami sudah cek pakai testpack, jelas suami saya. Petugas menyatakan kalau hal tersebut belum bisa diterima. Harus ada keterangan resmi dari klinik atau rumah sakit kalau saya postif hamil. Bukan hanya dengan testpack ternyata hehe. Jadi, harus periksa ke rumah sakit atau klinik dulu. Kupon hamil yang kabarnya bisa dipake setiap kali pemeriksaan belum dikasih deh, hmmm.

Pemeriksaan ke rumah sakit
Kunjungan ke rumah sakit untuk pertama kalinya. Pihak kuyakusho memberikan list rumah sakit yang ada di  Kawasaki city. Kita sih yang terpenting ada dokter yang bisa bahasa inggris, karena kemampuan bahasa jepang kami (baca : suami) belum mumpuni. Petugas kuyakuso merekomendasikan 2 rumah sakit pemerintah yaitu : Tama Byouin dan Kawasaki Byouin (byouin : hospital/rumah sakit). Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk periksa di tama byouin dulu (kalau nanti ternyata kurang cocok, bisa pindah ke showa byouin yang beberapa orang indonesia punya pengalaman melahirkan disana. Showa byouin ini merupakan rumah sakit universitas, jadi dokter/sensei nya ada beberapa yang bisa bahasa inggris). Pertemuan pertama kali ke dokter ada istilahnya yaitu shoshin (初診), dan dokternya khusus dan sudah ada jadwalnya. Setelah cek websitenya akhirnya kita memutuskan untuk visit rabu pagi, yang dokter ceweknya ada di hari itu.
Kunjungan pertama ke Tama byouin. Kami menuju bagian informasi rumah sakit ini dan menyampaikan maksud kedatangan kami. setelah ngobrol panjang dengan petugas, isi form, bikin kartu berobat, yang terakhir adalah ketemu dokter untuk pemeriksaan kehamilan. Ada masalah disini. dokternya gak bisa bahasa inggris (kayaknya bukan sepenunya gak bisa tapi kurang pede aja mungkin apalagi ini menyangkut dunia medis, salah ngomong nanti bisa fatal akibatnya. Sementara suami juga bukan yang sangat mumpuni juga dalam bahasa jepang. Akhirnya singkat cerita (baca disini :
https://sabakukyu.wordpress.com/2016/07/18/pengalaman-melahirkan-di-jepang-part-1/) kami mendapat pelayanan untuk disediakan interpreter (penerjemah jepang-english) setiap kali pemeriksaan ke dokter. dan ini gratiss. Hehe. alhamdulillah ada solusi.

Pemeriksaan kehamilan pertama kali
Sebelum bertemu dengan dokter. kita cek tekanan darah, berat badan terlebih dahulu. Ini bisa dilakukan sendiri dengan alat yang sudah disediakan. Di awal kami dipandu perawat dulu. Selanjutnya ini rutin dilakukan sebelum bertemu dokter. hasilnya udah langsung bisa dilihat, print dan diserahkan ke dokter untuk di evaluasi. Pemeriksaan pertama (selain BB, tekanan darah) adalah pemeriksaan USG transvaginal (dalam bahasa nya  : naishin (内診) untuk memastikan kehamilan dalam rahim. Omedetou, selamat positif hamil ujar dokternya ramah setelah pemeriksaan selesai. Arigatou gozaimasu, legaaa.
Selanjutnya booking interpreter (yoyakuhyou 予約表) untuk mengkonfirmasi jadwal pemeriksaan selanjutnya. Jadi nanti akan disediaan oleh rumah sakit sesuai dengan jadwal yang pemeriksaan kita.

Lapor ke kuyakuso (kantor kecamatan setempat)
Dari kuyakuso akan diberikan beberapa perlengkapan/kebutuhan ibu hamil diantaranya :
Bushitecho : buku yang berisi tentang kesehatan ibu dan anak termasuk catatan kehamilan dan perkembangan bayi. buku ini ada dalam berbagai macam bahasa. bushitecho ku dalam bahasa indonesia. bisa minta dalam bahasa inggris ataupun bahasa jepang kalau dirasa paham menggunakannya. 
Kupon pemeriksaan : kupon ini berupa diskon selama pemeriksaan. Jadi jangan khawatir ya, selama pemeriksaanpun dikasi kupon alias dibayarin. 
Brosur seputar kehamilan
Kupon dari sebuah majalah ibu dan anak (bellemaison senilai 2000 yen)
Kupon foto hamil  dari alice photo (studio photo ini lumayan deket dengan rumah kami. tapi kalo yang ini jenisnya tergantung pemerintah setempat, ada yang dapat ada yang nggak, ada juga kupon pemeriksaan gigi)
Gantungan kunci ibu hamil. Ini unik sekali. Gantungan kunci ini selalu dipake kemana-mana, pamungkas banget kalo naik kereta. Orang udah paham kalo liat gantungan kunci akan mempersilahkan kita duduk walaupun bukan di bagian priority seat (kalo di priority seat udah jelas ya, ada logonya gede hehe). Tapi kadang ada juga sih yang gak ngeuh, hmm namanya juga manusia yaa :P
Subsidi biaya melahirkan. Ini sebesar 420.000 yen (sekitar 42juta yaa). Akan diberikan menjelang melahirkan nanti. woww. tapi jangan salah, biaya melahirkan di jepang memang kurang lebih segitu. kalau biaya melahirkan kurang dari 420.000 maka sisanya buat kita, kalau biaya melahirkannya lebih dari 420.000 maka kita sisanya kita yang nombokin. 

Pemeriksaan rutin kehamilan :
Pemeriksaan rutin kehamilan saya selama di jepang  :
Test urine (ini selalu dites setiap periksa ke dokter, untuk mengevaluasi adanya kelanian dalam urin, misalnya keberadaan protein). Cup urine nya ngambil sendiri yaa, ada mesinnya. cupnya ada tulisan nama kita, jadi pas pemeriksaan tidak khawatir tertukar. urine yang ditampung  diserahkan di jendela khusus yang terhubung dengan tempat pemeriksaan urin
Blood test (ini tidak selalu, di minggu tertentu aja). Pemeriksaan dalam lengkap, salah satunya untuk mengetahui jumlah hemoglobin yang mempengaruhi kondisi kehamilan (Hb rendah biasanya berkaitan dengan anemia). hasilnya pemeriksaan darah ini biasanya diperlihatkan. sensei/dokter akan menjelaskna bagian mana yang kira2 bermasalah. hasilnya diprint dan ditempel di buku kesehatan ibu dan anak (bushitecho)
Pengukuran berat badan, tekanan darah. ini bisa dilakukan sendiri dengan sarana yang disediakan pihak rumah sakit, dan dicek setiap periksa ke dokter
USG. Untuk diawal awal diperiksa dengan USG transvaginal. Setelah 4 atau 5 bulan usia kandungan diperiksa dengan USG abdominal. Hasil USG saya selalu diprint. Jadi dapat dilihat hasilnya berupa : usia kehamilan, berat badan bayi, lingkar kepala dll. jadi teringat obrolan dengan salah seorang teman, yang katanya USG bisa membahayakan janin. hmm, aku masih percaya kalau ini masih aman. jepang masih pake kok :P. oiya cek USG ini ternyata tidak harus selalu ada ya setiap periksa ke dokter. ada minggu2 tertentu yang memang diharuskan pengecekan dengan USG, tiap rumah sakit di jepangpun beda beda. kebetulan di tama byouin aku selalu di cek setiap kali periksa :). 
Konsultasi dengan dokter. setelah melalui rangakain pemeriksaan diatas barulah konsultasi mengenai keluhan apa saja yang dirasakan ataupun penyakit selama kehamilan. Diruangan ini akan ada 3 bahasa , dokter bahasa jepang, kemudian penerjemah bahasa inggris dan saya dan suami bahasa indonesia. Hihihi. Lucu juga ingat hal ini. Kontrol untuk trimester pertama : setiap dua minggu sekali, trimester kedua : sebulan sekali, trimester ketiga : setiap seminggu sekali.

Pembayaran
Pembayaran dilakukan menggunakan kupon yang diberikan. Kupon ini nilainya beragam, ada yang 10000 yen, 8000 yen, 4000 yen. Hanya bisa digunakan 1 lembar setiap kali pemeriksaan. Bagaimana kalau pemeriksaan hari itu melebihi harga kupon?? Misalnya pmeriksaan hari itu 12000 yen, maka bisa diserahkan kupon senilai 10000 yen kemudian 2000 yen lagi kita yang bayar.

Oiyaaa, di tama byouin kita bisa minta ruangan untuk numpang shalat. Selalu izin dulu ke petugas. Biasanya ruangan yang kami gunakan adalah nursery room yang kebetulan kosong. Alhamdulillah.

To be continue...

Indonesia katanya

September....  Hmmm, benar sajaa. Mendung dan hujan di bulan september seperti turut membersamai perasaan saya yang sedang gundah g...